jadi intinya metode ini cukup bagus hhe
oke langsung aja ya bro end sis...
Nama Pemateri : Ridwan Arifandi
Profil: Digital Product Creator. + WordPress Developer
Topik: Digital Product Creation.
Copas dari pemateri :
Saya Ridwan Arifandi, kompetisi saya adalah sebagai WordPress developer dengan pengalaman lebih dari 10 tahun baik nasional dan internasional. saat ini saya menghandle beberapa klien secara tetap baik dari australia, singapur dan indonesia. dan sebagai remote worker, saya sendiri belum pernah bertemu dengan klien saya secara tatap muka :D
Selain sebagai remote worker, saya mencoba mencari aliran pemasukan lainnya. yaitu sebagai digital product creator. dalam hal ini saya berjualan produk-produk digital khususnya WordPress things (plugin dan theme). untuk menjadi product digital creator, tidak terbatas hanya bisa dilakukan oleh background teknis saja (dalam hal ini pemograman) namun, siapapun dengan KEAHLIANNYA, bisa berjualan :)
pilihan karir kita tidak terbatas hanya antara karyawan / worker dan project handler, namun bisa juga sebagai digital product creator. untuk bagian pertama ini, saya akan langsung membahas SEBERAPA BESAR POTENSI menjadi digital product creator. kalau membahas potensi, paling gampang nilai ukurnya adalah OMSET ya.
ini data lama ya, tahun 2015. data barunya nanti ya.
ok, itu pasar indonesia. kita coba lihat pasar internasional
ini adalah rekap penjualan dari salah satu marketplace internasional yang bernama JVZOO
kita ambil contoh item pro-theme add on. laku terjual 83.500 sales dengan total omset lebih dari 2 juta $. oke, itu juga data lama ya, tahun 2015. mau lihat data yang fresh? ini produk buatan anak Indonesia, yang cukup tenar. datanya sangat fresh sekali, karena kebetulan saya memang punya akses ke dashboard adminnya :). drum roll please :D
Kita coba hitung omset si levidio cinemagic ya. Penjualan dengan harga 854.000
kalau mau tahu apa yang mas ilham jual
silahkan cek disini ya. https://levidio.id/cinemagic/, no affiliate link. makanya dia setiap kali rilis produk, bisa beli pajero cash keras :D. silahkan dicerna dulu ya untuk omset. [20:19, 13/2/2019] iefa Jathmika: karena kita akan bahas hal selanjutnya. saya mohon jangan TERLENA dengan apa yang share. Tentu ada proses PANJANG yang terjadi di HASIL tersebut. Tapi harapan saya dengan membawa POTENSI sebagai pembuka materi ini adalah, bahwa ADA PILIHAN KARIR lainnya, atau bisa jadi juga SAMBILAN seperti saya ini :D
dimana sih kita akan berjualan produk digital karya kita
Untuk kata-kata 'Developer' ini harap diganti ya, karena 'Developer' itu selalu berafiliasi dengan orang-orang background Pemograman. Tapi sebenarnya siapapun bisa menjual PRODUK DIGITAL dengan keahlian yang dimiliki. Mau dengan background non-teknis pun bisa. Contohnya adalah ini, https://mahircopywriting.com/. Kang dewa eka menjual ecourse tentang bagaimana copywriting yang baik. Bahkan di sistem membership saya, banyak yang berjualan sesuai dengan keahliannya, seperti lancar berbahasa inggris dll
Ok, balik lagi ke masalah PENJUALAN. misalkan kalau kita tidak paham tentang bagaimana strategi berjualan. Bisa menggunakan tipe PASSIVE MARKETING, seperti kita menitipkan produk kita ke marketplace semacam themeforest/codecanyon/udemy. Untuk PRO dan CONS passive marketing, sudah jelas ya point-pointnya. Untuk ACTIVE MARKETING ini, sebenarnya cocok untuk yang mau bangun BRAND dan memang mau tidak mau harus belajar strategi MARKETING :). Saya sarankan sih kalau memang ingin terjun dengan benar sebagai digital product creator, ambil jalur active marketing ya :). Insya Allah akan banyak pengalaman yang didapat :) ...
Ada 2, yaitu marketplace dan self system alias kita yang handle keseluruhan sistemnya. Untuk marketplace, tentu akan ada persentase yang diberikan, rata2 5-15%. Tapi kalau di marketplace yang sudah besar macam themeforest, lebih besar lagi persentase nya. Keuntungannya kita menggunakan marketplace adalah. Kita tidak perlu pusing2 lagi untuk memikirkan masalah infrastruktur sistem invoice, cek transfer dll. Kita hanya terima beres serta terima duit hasil penjualan dan untuk SELF SYSTEM atau yang menggunakan infrastruktur sendiri, kita harus mikirin server, mikirin script membershipnya, set rekening bank dll.


Untuk konsep ini sebenarnya hampir mirip dengan konsep MVP nya para startup
minimum viable product. masalah akan membuat produk ini, sebenarnya gampang-gampang susah sih, intinya DISETIAP ADA MASALAH, PASTI ADA PELUANG. Salah satu produk digital saya adalah ketika para pebisnis digital indonesia kesulitan mencari sistem membership yang ramah untuk mereka. Ada sih sistem membershipnya, tapi buatan luar dan menurut mereka gak nyaman kalau beli sesuatu tanpa bisa ketemu dengan pembuatnya atau minimal telpon. Sari situ saya ketemu peluang, dan alhamdulillah dari akhir 2016 hingga sekarang, penjualan sistem membership saya masih berjalan dengan baik :)

Gunanya adalah mendapatkan FEEDBACK untuk peningkatan mutu produk.




Untuk konsep ini sebenarnya hampir mirip dengan konsep MVP nya para startup
minimum viable product. masalah akan membuat produk ini, sebenarnya gampang-gampang susah sih, intinya DISETIAP ADA MASALAH, PASTI ADA PELUANG. Salah satu produk digital saya adalah ketika para pebisnis digital indonesia kesulitan mencari sistem membership yang ramah untuk mereka. Ada sih sistem membershipnya, tapi buatan luar dan menurut mereka gak nyaman kalau beli sesuatu tanpa bisa ketemu dengan pembuatnya atau minimal telpon. Sari situ saya ketemu peluang, dan alhamdulillah dari akhir 2016 hingga sekarang, penjualan sistem membership saya masih berjalan dengan baik :)

Gunanya adalah mendapatkan FEEDBACK untuk peningkatan mutu produk.



Saya akan bahas MASALAH AFFILIATE. AFFILIATE ini adalah KUNCI SUKSES para pebisnis digital indonesia seperti mas ilham. Mereka adalah tenaga marketing yang handal. Dan khususnya affiliate-affiliate kelas kakap, mereka sudah punya basis massa sendiri. Yang kalau si affiliate nya bilang 'Produk A bagus banget', itu massa-nya berbondong-bondong beli udah gak lihat harga lagi :D. true story ....
Maka, jangan PELIT dengan AFFILIATE. Biasanya, ada rule, untuk produk digital, komisi affiliate minimumnya adalah 50%. Gede banget ya?, nggakkk... itu kecil bro. Harap diingat, produk digital ini berbeda dengan produk fisik. Contoh untuk berjualan 10 celana, berarti kita harus menjahit 10 celana. gak mungkin dong jahit 10 celana tapi jualnya 11 :D
Lah.. kalau produk digital enak, bikin cuman sekali tapi dijualnya UNLIMITED, sisanya tinggal update dan follow up dan efeknya kita menggunakan AFFILIATE adalah, PERSONAL BRANDING kita semakin dikenal. Apalagi kalau MEMANG PRODUK KITA BERMANFAAT dan memang MEMBERIKAN VALUE KE PENGGUNA. Tidak menutup kemungkinan KALAU KEDEPANNYA KITA YANG MENJADI AFFILIATE. Blasting email, atau tulis status, pasang link affiliasi, dapat KOMISI :D. Jangan lupa AFFILIATE untuk datang membawa daftar nama si pembeli. Dan ingat REVOLUSI INDUSTRI 4.0, DATA IS THE NEW OIL :D


Cukup jelas ya untuk point-pointnya. Masalah yang open minda, saya yakin tidak ada 1 pun produk di dunia ini yang dijami 100% penggunanya puas. Pasti ada saja tipe-tipe customer yang seperti ini :).

Karena kita harus tetap engage dengan 2 pihak, yaitu customer dan affiliate. Gak jarang dari customer, kita dapat INSIGHT-INSIGHT yang gila. Intinya mereka itu datang dengan membawa MASALAH yang sebenarnya kita bisa olah menjadi PELUANG :).

Yaitu cara menentukan harga produk, ini juga sebenarnya agak unik dan cukup bermain di sisi psikologi

Kita punya 2 sisi
- LOW TICKET PRODUCT PRICE, ini biasanya di bawah 500.000
- dan sisanya HIGH TICKET PRODUCT PRICE
Nah.. saya mau bahas yang low ticket product price. Kalau digabung dengan affiliate, copywriting, kualitas produk yang bagus dan SCARCITY. Ini penjualannya bisa gila-gilaan. Makanya saya tulis disitu 'Nilai penjualan exponensial dalam jangka waktu singkat' alias PANIC BUY. Orang membeli karena PANIK, gila gak... orang beli karena panik :D.

Untuk warna hijau adalah invoice yang telah lunas / dibayar dan warna kuning, invoice yang masih pending. Saya mau bahas SCARCITY. SCARCITY ini maksudnya adalah MENAKUT-NAKUTI calon pembeli. contohnya, khusus 2 minggu ini harga di-diskon 50%, selanjutnya harga normal atau, penjualan hanya dibuka untuk 2 minggu ini, sisanya tidak akan dijual,kalau ada yang gak percaya dengan PANIC BUY :D. it really happens bro ....
Saya pernah ketemu orang yang beli produk yang menggunakan teknik SCARCITY ini. Dia dengan gelap mata beli produknya, yang penting beli dulu deh, masalah dipakai atau nggak urusan belakangan. Sama seperti UDEMY ketika ngasih diskon ecourse sampai dibawah 10$ untuk jangka waktu tertentu. Saya ada beberapa couse UDEMY yang dibeli pas promo, dan hingga sekarang belum saya tonton :D. that's PANIC BUY. Dan jangan lupa ya, KUALITAS PRODUK harus dijaga. Jangan mentang-mentang menggunakan teknik ini, lantas bikinnya asal-asalan, bisa jadi BUMERANG nanti. Malah akan mencoreng jejak digital kalian.
ok ....
seruu yaaa ...
paling itu dulu sih materi digital product creation rawes kali ini :)
credit : remotehub.id, Remote Worker JKT 021, Ridwan Afriandi, Iefa Jathmika
-----
semoga bermanfaat
M. Saepul Bahri
ig : https://www.instagram.com/greatfulstudios/
https://www.youtube.com/c/saifulbachri95












0 komentar: