Aku masih asyik dalam lamunanku, membayangkan tentang rencana di masa depanku. Tentang sebuah cinta yang menghantarkan pada kebahagian pad...

Semoga di Suatu Saat Nanti


Aku masih asyik dalam lamunanku, membayangkan tentang rencana di masa depanku. Tentang sebuah cinta yang menghantarkan pada kebahagian pada mestinya. ya itu semua tidak bisa aku beli dengan materi itu semua alami yang terlahir dari hati nurani. Sekeras apapun aku mengatakan aku bahagia tetap hati itu akan bersedih dalam dukanya bila aku memang tidak bahagia pada mestinya. Sebanyak apapun harta yang kupunya tetap mata itu terasa ingin meneteskan air mata karena kejenuhannya pada hal yang fana.

Aku ingin merasakan bahagia pada esensi yang sebenarnya. yaitu bahagia yang terlahir dari kedamaian dan ketenangan jiwa. merasa hidup ini syahdu walau berliku. biarlah ini terus berjalan apapun rencana Allooh karena Dia-lah yang menentukan. Aku tidak perlu kesal akan sebuah keadaan yang pahit, aku hanya perlu menerima dan menjadikannya pelajaran yang berarti. Air tidak selalu berjalan pada arus yang tenang kadang dia mengalir pada bebatuan sampai pada turunan yang curam tapi dia terus berjalan dalam damainya.

Begitupun seharunya aku dalam hidup ini apapun rintangannya tetap berdiri dan melawan semua rintangan yang ada. mengeluh bukan jalan dari semua ini. dia hanya tanggul yang menghalangi lajunya air semangat diri, kumpulkan terus semangat sebanyak mungkin untuk melawan tanggul rasa keluh itu, hingga terasa suatu kekuatan yang InsyaAllooh menghantarkanmu pada suatu kebahagiaan.
Selama Aku percaya akan kebesaran Allooh selama itu tidak ada kata menyerah aku menghadapi rintangan di depanku.

Ya. Aku hanya perlu berdiri jangan terlalu hanyut dalam kesedihan yang tak berarti. InsyaAllooh ini semua bisa ku lewati, anggap saja ini hanya mimpi dan berharap akan ada seseorang yang membangunku lalu menawarkanku secangkir kopi semangat mengahadapi hari. seseorang yang mempunyai kelembutan hati, memberikan aura syahdu dari pancaran mata dan kata yang terucap dari bibir yang damai menyentuh hati nurani...

Semoga engkau datang berdiri di depanku hingga aku sejenak bisa melupakan lukaku dari kehidupan yang lalu...

Aaamiin

0 komentar: