Renungan untuk yang shalatnya kurang dari 5 waktu, tidak sama sekali, dan masih belum benar shalatnya dalam sehari semalam
Ibaratkan guru kita di sekolah memberikan tugas
Bu Guru PAI : “Anak2 hari ini ada tes, Tolong buatkan artikel tentang sejarah Islam minimal 5 lembar yang harus selesai dalam pelajaran ibu hari ini, masing2 lembar ibu kasih waktu 10 menit, isinya harus benar, rapi dan berhubungan dengan kriteria, kalau hasilnya kurang dari 5 lembar dan isinya tidak sesuai kriteria maka kalian tidak lulus tes ini, dan bila tes ini tidak lulus maka kalian tidak lulus pula mata pelajaran yang lain, otomatis kalian tidak lulus dari sekolah ini, silahkan kalian mencari sumber di internet, dan hasilnya di kirimkan ke email ibu, mengerti?”
Bu Guru PAI : “Anak2 hari ini ada tes, Tolong buatkan artikel tentang sejarah Islam minimal 5 lembar yang harus selesai dalam pelajaran ibu hari ini, masing2 lembar ibu kasih waktu 10 menit, isinya harus benar, rapi dan berhubungan dengan kriteria, kalau hasilnya kurang dari 5 lembar dan isinya tidak sesuai kriteria maka kalian tidak lulus tes ini, dan bila tes ini tidak lulus maka kalian tidak lulus pula mata pelajaran yang lain, otomatis kalian tidak lulus dari sekolah ini, silahkan kalian mencari sumber di internet, dan hasilnya di kirimkan ke email ibu, mengerti?”
Murid2 : “Mengerti bu…”
Murid2 langsung mengerjakan tes itu, ada yang buru2 buka laptop, ada yg langsung ke lab komputer, ada yg biasa saja, ada yg santai, ada yg malas, ada yg tekun mengerjakannya, ada yang mengerjakan setengahnya bahkan ada pula yg tidak mengerjakannya karena tidak peduli.
Dan akhirnya tibalah akhir dari tes itu.
Bu Guru PAI : “Waktunya sudah habis, silahkan artikelnya dikirimkan ke email ibu”
Murid2 mulai panik dari yang tadinya santai jadi kacau balau mencari contekan sana sini, beda dengan yg dari awalnya mengerjakannya dengan tekun dia terlihat tenang dan dia pun selesai dengan kriteria yg di tentukan, ada murid yang mengerjakannya kurang dari 5 lembar, sebut saja Toni (samaran).
Setelah Ibu guru memeriksa artikel dari Toni
Bu Guru PAI : “Toni, sini kamu”
Toni : “Iya bu bagaimana hasil tes saya”
Bu Guru : “Kamu tidak lulus, artikel kamu kurang dari 5 lembar, kenapa kamu t hanya mengerjakan 3 lembar saja”
Toni : “Maaf bu, tadi saya mengerjakannya santai dan banyak waktu yg saya buang percuma”
Bu Guru PAI : “Itu bukan alasan yang logis, itu kesalahan pribadi kamu, suruh siapa bersantai-santai sedangkan sudah ibu kasih waktu kamu selama hampir satu jam, padahal kamu cuma mencari artikel di internet dan memindahkannya ke Ms. Word bukan mengetik ulang dengan bahasa kamu kan”
Toni : “Iya Ibu saya yang salah”
Bu Guru PAI : “Sebenarnya kamu tuh udah sadar dari awal kalau itu salah kenapa masih dilakukan, apapun alasannya kamu tetap tidak lulus”
Bu Guru PAI : “Toni, sini kamu”
Toni : “Iya bu bagaimana hasil tes saya”
Bu Guru : “Kamu tidak lulus, artikel kamu kurang dari 5 lembar, kenapa kamu t hanya mengerjakan 3 lembar saja”
Toni : “Maaf bu, tadi saya mengerjakannya santai dan banyak waktu yg saya buang percuma”
Bu Guru PAI : “Itu bukan alasan yang logis, itu kesalahan pribadi kamu, suruh siapa bersantai-santai sedangkan sudah ibu kasih waktu kamu selama hampir satu jam, padahal kamu cuma mencari artikel di internet dan memindahkannya ke Ms. Word bukan mengetik ulang dengan bahasa kamu kan”
Toni : “Iya Ibu saya yang salah”
Bu Guru PAI : “Sebenarnya kamu tuh udah sadar dari awal kalau itu salah kenapa masih dilakukan, apapun alasannya kamu tetap tidak lulus”
Toni pun kembali ke bangkunya dengan wajah menyesal.
Kemudian ada yang tidak mengerjakan sama sekali, sebut saja Beni (Samaran).
Kemudian ada yang tidak mengerjakan sama sekali, sebut saja Beni (Samaran).
Bu Guru PAI : “Beni, Sini kamu”
Beni : “Iya bu,ada apa?”
Bu Guru PAI “Ada apa2, kenapa kamu tidak mengerjakan sama sekali ”
Beni : “Saya malas bu”
Bu Guru PAI “Kamu ingin lulus kan dari sekolah ini, dan ingin meneruskan ke Sekolah Favorit kan?”
Beni “Iya bu”
Bu Guru PAI : “Lantas kenapa kamu tidak mengerjakan apa yang menjadi syarat kelulusan itu”
Beni : “….???, saya malas bu”
Bu Guru PAI : “Apa yang kamu harapkan dari kemalasan kamu ini, yang lulus tes ini saja belum tentu di terima di sekolah Favorit nanti, apalagi yang tidak lulus”
Beni : “saya menyesal bu”
Bu Guru PAI “Penyesalan mu sudah tidak berarti sekarang, kamu harus mengulang pelajaran saya sampai kamu lulus, mengerti?”
Beni : “Iya bu, saya mengerti”
Beni : “Iya bu,ada apa?”
Bu Guru PAI “Ada apa2, kenapa kamu tidak mengerjakan sama sekali ”
Beni : “Saya malas bu”
Bu Guru PAI “Kamu ingin lulus kan dari sekolah ini, dan ingin meneruskan ke Sekolah Favorit kan?”
Beni “Iya bu”
Bu Guru PAI : “Lantas kenapa kamu tidak mengerjakan apa yang menjadi syarat kelulusan itu”
Beni : “….???, saya malas bu”
Bu Guru PAI : “Apa yang kamu harapkan dari kemalasan kamu ini, yang lulus tes ini saja belum tentu di terima di sekolah Favorit nanti, apalagi yang tidak lulus”
Beni : “saya menyesal bu”
Bu Guru PAI “Penyesalan mu sudah tidak berarti sekarang, kamu harus mengulang pelajaran saya sampai kamu lulus, mengerti?”
Beni : “Iya bu, saya mengerti”
Beni kembali ke bangkunya dengan tersedu-sedu.
dan ada satu murid lagi yang tidak lulus, dia sudah kerjakan sebanyak 5 lembar tapi tidak benar dan tidak berhubungan dengan sejarah Islam,sebut saja namanya Siska (samaran)
Bu Guru PAI : “Siska, sini nak”
Siska : “Iya, bu.. saya lulus kan?”
Bu Guru PAI : “Maaf, kamu tidak lulus tes ini”
Siska : “Lho, ko gitu bu. padahal saya kan sudah mengerjakannya sebanyak 5 lembar”
Bu Guru PAI : “Memang sudah 5 lembar, tapi isinya ngawur sangat tidak berhubungan dengan sejarah Islam”
Siska : “Maaf bu saya kurang mengerti tentang sejarah Islam”
Bu Guru PAI : “Kalau tidak mengerti kenapa kamu tidak menanyakan ke teman kamu yang lebih mengerti”
Siska : “Iya bu, saya gengsi”
Bu Guru PAI : “Jangan ada kata gengsi dalam menuntut Ilmu nak”
Siska : “Iya bu, ke depannya saya akan merubah sikap saya”
Bu Guru PAI : “Ok nak,tapi maaf sekarang kamu belum bisa lulus, mungkin ke depannya kamu perbaiki”
dan ada satu murid lagi yang tidak lulus, dia sudah kerjakan sebanyak 5 lembar tapi tidak benar dan tidak berhubungan dengan sejarah Islam,sebut saja namanya Siska (samaran)
Bu Guru PAI : “Siska, sini nak”
Siska : “Iya, bu.. saya lulus kan?”
Bu Guru PAI : “Maaf, kamu tidak lulus tes ini”
Siska : “Lho, ko gitu bu. padahal saya kan sudah mengerjakannya sebanyak 5 lembar”
Bu Guru PAI : “Memang sudah 5 lembar, tapi isinya ngawur sangat tidak berhubungan dengan sejarah Islam”
Siska : “Maaf bu saya kurang mengerti tentang sejarah Islam”
Bu Guru PAI : “Kalau tidak mengerti kenapa kamu tidak menanyakan ke teman kamu yang lebih mengerti”
Siska : “Iya bu, saya gengsi”
Bu Guru PAI : “Jangan ada kata gengsi dalam menuntut Ilmu nak”
Siska : “Iya bu, ke depannya saya akan merubah sikap saya”
Bu Guru PAI : “Ok nak,tapi maaf sekarang kamu belum bisa lulus, mungkin ke depannya kamu perbaiki”
Yang mengerjakan tes dengan baik, mereka lulus, dan lulus pula dari sekolah itu namun belum di pastikan mereka akan di terima di sekolah favorit atau tidak. Kemudian Toni dan Beni tidak lulus dan sudah di pastikan tidak akan di terima di sekolah Favorit.
Ini gambaran tentang perintah shalat 5 Waktu,
– Bu Guru PAI menyuruh kepada muridnya membuat artikel sebanyak 5 lembar
(Allah menyuruh hambaNya untuk shalat 5 Waktu)
– Masing lembar di beri waktu 10 Menit
(Masing waktu shalat ada waktu dan batasannnya)
– Bila tes ini pelajaran ini tidak lulus maka pelajaran lain pun tidak lulus
(Ini menggambarkan bahwa shalat adalah kunci dari semua ibadah, bila ibadah Shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT, maka ibadah lain pun tidak akan di terima)
– Dalam pengerjaan ada yang malas, ada yang tekun ada yang mengerjakan setengahnya bahkan ada pula yang tidak mengerjakannya
(Dalam shalat ada yang tekun dan rajin mengerjakan lengkap 5 waktu, ada yang setengahnya ada pula yang tidak mengerjakan sama sekali)
– Tonii hanya mengerjakan 3 lembar saja, dan hasilnya dia tidak lulus, karena jumlahnya kurang dari minimal yang telah di tentukan yaitu 5 lembar
(Ada orang yang hanya sebagian waktu shalat yang dia kerjakan, misalnya hanya 3 waktu saja yg dia kerjakan, apa dia sudah mengerjakan jumlah waktu yang telah di tentuka Allah SWT sebanyak 5 waktu, apakah dia pantas mendapat predikat lulus dari tes Allah ini? .
– Beni tidak mengerjakan sama sekali, padahal dia mengharapkan lulus dan bisa di terima sekolah favorit
(Ini sangat tidak masuk akal, menginginkan sesuatu tapi tidak melakukan persyaratan untuk mendapatkan sesuatu itu, sama seperti orang Islam sekarang mereka mengharapkan surga tapi tidak melakukan apa yg menjadi jalan atau syarat untuk masuk Surga itu sendiri, yang sudah melakukan persyaratan pun belum tentu masuk surga apalagi yang tidak melakukan persyaratan)
– Siska sudah mengerjakan sebanyak 5 lembar tapi tidak sesuai kriteria
(Sama dengan orang yang sudah mengerjakan shalat sebanyak 5 waktu, tapi caranya salah, bacaannya salah dan masih banyak kekurangannya, itu juga percuma)
– Bu Guru PAI menyuruh kepada muridnya membuat artikel sebanyak 5 lembar
(Allah menyuruh hambaNya untuk shalat 5 Waktu)
– Masing lembar di beri waktu 10 Menit
(Masing waktu shalat ada waktu dan batasannnya)
– Bila tes ini pelajaran ini tidak lulus maka pelajaran lain pun tidak lulus
(Ini menggambarkan bahwa shalat adalah kunci dari semua ibadah, bila ibadah Shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT, maka ibadah lain pun tidak akan di terima)
– Dalam pengerjaan ada yang malas, ada yang tekun ada yang mengerjakan setengahnya bahkan ada pula yang tidak mengerjakannya
(Dalam shalat ada yang tekun dan rajin mengerjakan lengkap 5 waktu, ada yang setengahnya ada pula yang tidak mengerjakan sama sekali)
– Tonii hanya mengerjakan 3 lembar saja, dan hasilnya dia tidak lulus, karena jumlahnya kurang dari minimal yang telah di tentukan yaitu 5 lembar
(Ada orang yang hanya sebagian waktu shalat yang dia kerjakan, misalnya hanya 3 waktu saja yg dia kerjakan, apa dia sudah mengerjakan jumlah waktu yang telah di tentuka Allah SWT sebanyak 5 waktu, apakah dia pantas mendapat predikat lulus dari tes Allah ini? .
– Beni tidak mengerjakan sama sekali, padahal dia mengharapkan lulus dan bisa di terima sekolah favorit
(Ini sangat tidak masuk akal, menginginkan sesuatu tapi tidak melakukan persyaratan untuk mendapatkan sesuatu itu, sama seperti orang Islam sekarang mereka mengharapkan surga tapi tidak melakukan apa yg menjadi jalan atau syarat untuk masuk Surga itu sendiri, yang sudah melakukan persyaratan pun belum tentu masuk surga apalagi yang tidak melakukan persyaratan)
– Siska sudah mengerjakan sebanyak 5 lembar tapi tidak sesuai kriteria
(Sama dengan orang yang sudah mengerjakan shalat sebanyak 5 waktu, tapi caranya salah, bacaannya salah dan masih banyak kekurangannya, itu juga percuma)
– Murid yang lulus belum tentu di terima di sekolah favorit
( Sama dengan orang yang rajin shalat sekarang, belum tentu nanti di akhirat dia akan masuk Surga, apakah shalatnya di terima atau tidak apakah shalatnya Ikhlas karena Allah atau karena yang lain,apakah shalatnya hanya ingin di puji orang , apakah amalan wajib yang lain selain shalat sudah di kerjakan, dsb. Dan Rahmat Allah lah yang menentukan dia masuk surga atau tidak)
( Sama dengan orang yang rajin shalat sekarang, belum tentu nanti di akhirat dia akan masuk Surga, apakah shalatnya di terima atau tidak apakah shalatnya Ikhlas karena Allah atau karena yang lain,apakah shalatnya hanya ingin di puji orang , apakah amalan wajib yang lain selain shalat sudah di kerjakan, dsb. Dan Rahmat Allah lah yang menentukan dia masuk surga atau tidak)
Sekian sharing dari saya, apabila ada kata2 yang salah mohon di koreksi karena di sini saya bukan maksud menggurui, hanya mengingatkan dan kita sama2 belajar…
Silahkan share bila ini benar dan bermanfaat
Penulis :M. Saepul Bahri
Sumber : Ilmu dan pengetahuan pribadi
Sumber : Ilmu dan pengetahuan pribadi

0 komentar: